23 June, 2006

Wasiat Seputar Pendidikan Anak


Hallo para blogger...
Ini ada artikel yang bagus banget...aku posting aja di sini mudah-mudahan bermanfaat buat para blogger..


Anak adalah nikmat Allah yang tak ternilai dan pemberian yang tidak
terhingga. Tidak ada yang lebih tahu besarnya karunia ini selain orang yang
tidak atau belum memiliki anak. Kita lihat mereka ke sana ke mari
mencurahkan tenaga, waktu dan biaya dalam usaha dan berobat untuk
mendapatkan anak.

Nikmat yang agung berupa anak ini merupakan amanah bagi dua orang tua, yang
kelak akan diminta pertanggung jawabannya, apakah keduanya telah menjaganya
atau justru menyia-nyiakannya. Rasulullah bersabda, "Setiap kalian adalah
pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang
Imam adalah pemimpin dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan
seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia akan ditanya
tentang kepemimpinannya." (Muttafaq 'alaih)

Mengenai besarnya tanggung jawab dalam mendidik anak, maka Imam Ibnu Qayyim
al-Jauziyah telah menyatakan, "Barang siapa yang melalaikan pendidikan
anaknya, yakni dengan tidak mengajarkan hal-hal yang bermanfaat, membiarkan
mereka terlantar, maka sungguh dia telah berbuat buruk yang teramat sangat.
Mayoritas anak yang jatuh di dalam kerusakan tidak lain karena kesalahan
orang tuanya dan tidak adanya perhatian terhadap anak-anak tersebut. Juga
tidak mangajarkan kepada mereka kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya,
mereka telantarkan anaknya semenjak kecil, sehingga mereka tak dapat
memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang tuanya, manakala mereka
telah tua."

Untuk itu para orang tua selayaknya memperhatikan masalah-masalah penting
seputar pendidikan anak. Di antara yang patut untuk kita renungkan adalah
hal-hal berikut ini:

1. Tumbuhkan Jiwa Kehambaan
Pada dasarnya tujuan pokok dalam mendidik anak adalah untuk menumbuhkan dan
membangkitkan jiwa kehambaan dalam diri mereka. Menyiramkan dalam jiwa
mereka dan senantiasa membiasakan sikap tersebut. Merupakan nikmat Allah
adalah bahwa mereka diciptakan dalam keadaan fithrah Islam, sehingga yang
dibutuhkan adalah menjaga, mengontrol dan memperhatikan agar tidak
menyimpang dari fithrahnya.

2. Mendidik Anak adalah Ibadah
Seorang ayah dan ibu tatkala mendidik anak, memberi nafkah, menjaga hingga
larut malam, mengawasi dan mengajar mereka, maka saat itu dia sedang
melakukan ibadah kepada Allah. Bahkan ketika mengajak bergurau dan bercanda
juga termasuk ibadah, jika memang diniatkan untuk itu.
Memberi nafkah kepada keluarga -sebagaimana dalam hadits riwayat Imam
Muslim- adalah termasuk ibadah, dan bahkan pahalanya sangat besar melebihi
infak kepada selainnya. Dan dalam hadits muttafaq 'alaih Rasulullah
bersabda, "Jika seseorang memberi nafkah kepada keluarganya dengan suatu
nafkah untuk mengharap ridha Allah dalam nafkah tersebut, maka dia mendapat
pahala shadaqah."

3. Ikhlas dalam Mendidik Anak
Orang tua dituntut untuk ikhlas di dalam mendidik anak. Jangan sampai
pendidikan anak semata-mata hanya diniatkan untuk tujuan duniawi,
menyekolahkan mereka hanya sekedar untuk meraih gelar dan ijazah. Karena
tidak diragukan lagi bahwa kebaikan dalam mendidik anak adalah yang
diniatkan untuk mencari pahala di sisi Allah. Adapun yang selain itu
(seperti profesi, pekerjaan yang mapan, kedudukan dsb) adalah akan ikut
dengan sendirinya, bukan tujuan satu-satunya.
Sebagai contoh, misalnya orang tua yang menyekolahkan anaknya di fakultas
kedokteran, maka jangan semata-mata agar dapat meraih materi yang melimpah,
namun lebih dari itu dengan tujuan untuk membantu kaum muslimin, mengobati
mereka dan agar mereka tidak lari kepada dokter-dokter non muslim. Orang
yang semata-mata mengejar materi tidak akan mendapatkan pahala, sedangkan
orang yang mencari pahala dari Allah maka dia juga akan mendapatkan materi.


4. Jangan Lupakan Doa
Doa adalah ibadah. Para Nabi dan Rasul telah berdoa untuk kebaikan anak dan
istri-istri mereka dengan doa-doa yang diabadikan dalam al-Qur'an. Berapa
banyak orang yang tersesat, akhirnya mendapatkan petunjuk dengan sebab doa,
dan juga amat banyak doa yang mempercepat dan mempersingkat proses
pendidikan.

5. Mencari Penghasilan yang Halal
Merupakan kewajiban orang tua adalah selalu berusaha mencari harta yang
halal dan menjauhi segala yang syubhat apa lagi yang haram, seperti
mencuri, riba, suap dan lain sebagainya.

6. Teladan yang Baik
Teladan yang baik merupakan keharusan dalam sebuah proses pendidikan. Sebab
bagaimana mungkin seorang ayah dan ibu senantiasa menganjurkan dan menyuruh
anaknya shalat, tetapi dia sendiri tidak melakukannya?
Maka orang tua hendaknya memberikan teladan yang baik kepada anak-anaknya,
karena ketika seseorang memulai suatu amal kebaikan kemudian ada orang lain
yang mengikutinya, maka dia mendapatkan pahala (seperti) pahala orang yang
mengikutinya.

7. Memilih Metode yang Terbaik
Orang tua terkadang perlu mengetahui masalah-masalah yang berkaitan dengan
pengetahuan umum dan memahami secara detail berbagai metode pendidikan yang
terbaik. Jika perlu, minta pertimbangan kepada orang-orang yang ahli dalam
bidang pendidikan, mendengarkan kaset atau membaca buku-buku tentang
pendidikan.

8. Sabar
Seseorang terkadang kurang memperhatikan masalah kesabaran ini, padahal
ketidaksabaran akan menjadi penghalang bagi suksesnya pendidikan anak. Kita
hendaknya bersabar terhadap teriakan anak, sabar ketika anak sakit, sabar
dalam memberi pengarahan, sabar ketika mengantar anak ke sekolah, sabar
ketika berjalan bersama mereka menuju masjid dan lain sebagainya. Jangan
mudah marah, emosi, bosan dan putus asa.
Orang tua hanya diperintahkan untuk memberikan pendidikan kepada anak,
adapun hidayah ada di tangan Allah. Maka hendaklah dia mencurahkan segenap
kemampuan dan mencari segala sebab yang mengantarkan pada kesuksesan, serta
jangan lupa selalu bersabar.

9. Menekankan Shalat
Shalat adalah kewajiban paling penting dan rukun terbesar dalam Islam
setelah mengucap dua kalimat syahadat. Maka hendaklah setiap muslim selalu
menekankan dan memperhatikan masalah shalat ini, baik terhadap diri sendiri
maupun anak-anak. Dalam sebuah hadits, Nabi bersabda, "Perintahkan
anak-anak kalian shalat saat mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah
mereka jika meninggalkannya ketika berumur sepuluh tahun."

10. Perhatikan Bakat dan Kemampuan Anak
Orang tua hendaknya memperhati kan kelebihan, bakat dan perbedaan
masing-masing anak, dan bersikaplah adil terhadap mereka. Sebagian orang
tua terkadang tidak memperhatikan kelebihan dan bakat anaknya, sehingga
bakat mereka sia-sia dan tidak tersalurkan dengan baik. Ada di antara anak
yang kuat hafalannya, namun hanya diajari menghafal nyanyian saja. Padahal
jika diajarkan untuk menghafal al-Qur'an, maka itu jauh lebih baik.

11. Tanamkan Cinta kepada Allah
Tanamkan di dalam jiwa anak rasa pengagungan, kecintaan dan tauhid
(pengesaan) kepada Allah. Peringatkan mereka dari berbagai kesalahan dalam
hal akidah dan keyakinan, jangan sampai mereka terjerumus di dalamnya.
Biasakan pula agar mereka melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar.

12. Memilihkan Teman yang Baik
Rasulullah bersabda,
"Seseorang itu tergantung pada perilaku dan kebiasaan temannya, maka salah
seorang dari kalian hendaknya memperhatikan dengan siapa akan berteman."
(HR. Ahmad)

13. Luangkan Waktu
Sesibuk apa pun kita, maka jangan lupa luangkan waktu untuk anak-anak dan
keluarga. Jadikan rumah sebagai oase iman, yang di dalamnya diajarkan sirah
rasul, Kitabullah dan berbagai aktivitas yang positif. Jika suatu saat
-karena banyak urusan- orang tua tidak sempat untuk memperhatikan
anak-anak, maka hendaknya berusaha mencari waktu lain ketika luang untuk
memperhatikan mereka serta memberikan hak-hak mereka

Semoga Allah memberikan kepada kita semua keturunan yang shalih, yang
mendatangkan kebaikan dan kebahagia an di dunia dan akhirat, amin ya Rabbal
'alamin.

Sumber: Buletin "Washaya Litarbiyatil Abnaa' , Abdul Malik al-Qasim dengan
meringkas (Ibnu Djawari)

3 Comments:

At 3:21 PM , Blogger bibipbondry said...

terimakasih postingannya rayga, moga2 tante bs jadi orangtua yg baik dan teman yg baik buat rayga hehe...eh caca aja d yg temenan ma rayga hehe...

 
At 7:10 AM , Anonymous Nia said...

Wah, postingnya bgs nih Mutia. Bisa belajar byk biar jd ortu yg baik :)

 
At 9:14 AM , Blogger Lembaga Pendidikan Sempoa BINTA College said...

nice post,,,semoga bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan..:)
Berkaitan dengan pendidikan anak ,SEMPOA BINTA mencari Mitra untuk buka cabang kursus disetiap kota/kabupaten seluruh indonesia,komitmen Fee hanya 2Jt.
untuk info lebih lanjut :
Call/SMS :081374800275
web : http://www.SEMPOABINTA.blogspot.com

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home